Minggu, 14 Desember 2014

memasang lagu di blog


Minggu, 14 Desember 2014 04:46:37 AM

Cara Memasang Lagu di Blog

Memasang musik/lagu pada blog memang dapat menemani rasa sepi untuk pengunjung yang mengunjungi blog kita, selain itu juga dapat membuat pengunjung betah ketika membaca artikel. Tetapi tidak semua pengunjung suka untuk mendengarkan musik, melainkan mereka fokus terhadap artikel yang mereka cari.

Saya juga pernah memasang lagu pada blog ini, tetapi saya khawatir pengunjung di blog saya akan merasa terganggu dengan adanya lagu karena blog saya ini berisi tentang hal-hal yang mengenai Blogger dan sesuatu yang Unik. Jadi, sebagian besar pengunjung blog saya adalah pengunjung yang lebih fokus terhadap artikel yang mereka cari atau yang sedang mereka baca. Apalagi kalau bicara tentang Trick pengunjung akan merasa sangat fokus terhadap trick yang disampaikan agar bisa mendapatkan hasil yang mereka inginkan.

Trik kali ini mengenai "Cara Memasang Lagu di Blog", Lagu disini bisa anda pilih sendiri sesuai dengan keinginan anda.
Berikut langkah-langkahnya :
  1. Kunjungi website http://scmplayer.net/
  2. Kemudian pilih warna background yang anda inginkan dan klik Edit Playlist
     
    Fajri Mansyah Share
  3. Masukkan Judul lagu dan URL lagu untuk ditampilkan di blog, kelebihan menggunakan scmplayer anda bisa menambahkan lagu sebanyak mungkin.
    *Contoh saya memasukkan lagu JKT48 disini yang URLnya saya ambil dari https://soundcloud.com 
    Fajri Mansyah Share
  4. Klik Next dan atur sesuai dengan keinginan anda. Lihat gambar
    Fajri Mansyah Share
    Keterangan :
    - Centang Auto Play untuk membuat lagu mulai dengan otomatis
    - Shuffle Playback adalah untuk memutar secara acak lagu anda
    - Default Volume adalah volume suara
    - Repeat Mode terbagi menjadi 3 :
    Play Playlist Once = hanya memutar 1 lagu pertama
    Repeat Playlist = Untuk mengulang lagu
    Repeat Item = Untuk mengulang lagu setelah semua lagu selesai di putar
    - Placement of Player Bar adalah lokasi scmplayer
    - Show Playlist by Default adalah untuk menampilkan daftar lagu di samping kanan blog
  5. Jika sudah klik Done, maka akan muncul kode. Copy kode tersebut. 
    Fajri Mansyah Share
  6. Pastekan kodenya dengan cara :
    • Login ke Blogger
    • Klik Template -> Edit HTML
    • cari kode <body> atau <body (gunakan F3 atau CTRL+F untuk mempermudah)
    • pastekan kode tadi bawah kode <body>
  7. Dan Terkahir Simpan template

Demikan trik untuk malam hari ini semoga bermanfaat.

PBTI

aki Ditekuk Dan Ujung Kaki Menghadap Kedepan
Tingkatan Sabuk
  • Geup 10 = Sabuk Putih
  • Geup   9 = Sabuk Kuning Polos
  • Geup   8 = Sabuk Kuning Strip Hijau
  • Geup   7 = Sabuk Hijau Polos
  • Geup   6 = Sabuk Hijau Strip Biru
  • Geup   5 = Sabuk Biru Polos
  • Geup   4 = Sabuk Biru Strip Merah
  • Geup   3 = Sabuk Merah Polos
  • Geup   2 = Sabuk Merah Strip Hitam 1
  • Geup   1 = Sabuk Merah Strip Hitam 2
  • Dan  1 = Sabuk Hitam Strip Putih 1
  • Dan  2 = Sabuk Hitam Strip Putih 2
  • Dan  3 = Sabuk Hitam Strip Putih 3
  • Dan  4 = Sabuk Hitam Strip Putih 4
  • Dan  5 = Sabuk Hitam Strip Putih 5
  • Dan  6 = Sabuk Hitam Strip Putih 6
  • Dan  7 = Sabuk Hitam Strip Putih 7 (Master)
Filosofi Sabuk Pada Taekwondo
  • Putih melambangkan kesucian, awal / dasar dari semua warna permulaan (mempelajari jurus dasar 1).
  • Kuning melambangkan bumi, disinilah mulai ditanamkan dasar-dasar TKD dengan kuat (mempelajari jurus dasar 2 dan 3). Sebelum naik sabuk hijau biasanya naik sabuk kuning strip hijau terlebih dulu.
  • Hijau melambangkan hijaunya pepohonan, pada saat inilah dasar TKD mulai ditumbuh kembangkan (mempelajari takyo 1). Sebelum naik ke sabuk biru biasanya naik sabuk hijau strip biru terlebih dulu.
  • Biru melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi dan seisinya, memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah kita pelajari (mempelajari takyo 2). Sebelum naik sabuk merah biasanya naik sabuk biru strip merah terlebih dulu.
  • Merah melambangkan matahari, artinya bahwa kita mulai menjadi pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap sikap dan tindakan kita (mempelajari takyo 3, 4, 5, 6, 7). Sebelum naik sabuk hitam biasanya naik sabuk merah strip hitam 1 dan 2 terlebih dulu.
  • Hitam melambangkan akhir, kedalaman, kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan (mempelajari takyo 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20). Hitam memiliki tahapan dari Dan 1 hingga Dan 7.
Tiga Materi Dalam Berlatih
  1. Poomse atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
  2. Kyukpa atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai sasaran / objek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Objek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.
  3. Kyoruki atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau poomse, dimana dua orang yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan diri.
About these ads

Taekwondo

Kopdar Wiki-ID Desember 2014.jpg
[tutup]

Taekwondo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Taekwondo
Taekwondo Fight 01.jpg
Pertandingan taekwondo dengan regulasi WTF
Nama lain Taekwon-Do, Tae Kwon-Do, Tae Kwon Do
Fokus Tendangan
Negara asal  Korea
Olahraga Olimpiade Sejak tahun 2000 (dengan regulasi/peraturan WTF)
Taekwondo
Hangeul 태권도
Hanja 跆拳道
Alih Aksara yang Disempurnakan Taegwondo
McCune–Reischauer T'aekwŏndo
Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do atau Taekwon-Do) adalah seni bela diri asal Korea yang juga sebagai olahraga nasional Korea. Ini adalah salah satu seni bela diri populer di dunia yang dipertandingkan di Olimpiade.[1]
Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.
Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling (pergulatan).

Tiga materi dalam latihan

  • Poomsae atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
  • Kyokpa atau teknik pemecahan adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/obyek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Obyek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan terkadang menggunakan benda yang lembut seperti kertas. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.
  • Kyorugi atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau poomse, dimana dua orang yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan kaki.

Filosofi sabuk pada Taekwondo

  • Putih melambangkan kesucian, awal/dasar dari semua warna, permulaan. Di sini para taekwondoin mempelajari jurus dasar (gibon) 1
  • Kuning melambangkan bumi, disinilah mulai ditanamkan dasar-dasar TKD dengan kuat.Mempelajari gibon 2 dan 3. Sebelum naik sabuk hijau biasanya naik ke sabuk kuning strip hijau terlebih dahulu.
  • Hijau melambangkan hijaunya pepohonan, pada saat inilah dasar TKD mulai ditumbuhkembangkan.(mempelajari taeguk 2). Sebelum naik ke sabuk biru biasanya naik ke sabuk hijau strip biru terlebih dahulu.
  • Biru melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi dan seisinya,memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah kita pelajari.(mempelajari taeguk 4). Sebelum naik sabuk merah biasanya naik ke sabuk biru strip merah terlebih dahulu.
  • Merah melambangkan matahari artinya bahwa kita mulai menjadi pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap sikap dan tindakan kita.(mempelajari taeguk 6). Sebelum naik sabuk hitam, biasanya naik ke sabuk merah strip dua dan merah strip satu dahulu. Maksud dari matahari adalah tingkaran di mana seorang sabuk merah memberi kehangatan atau dalam arti denotasi mulai memberi ilmu atau bimbingan.
  • Hitam melambangkan akhir, kedalaman, kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan. Hitam memiliki tahapan dari Dan 1 hingga Dan 9. Juga melambangkan alam semesta.

Istilah dalam Taekwondo

  1. Sabeum = Instruktur
  2. Sabeum Nim = Instruktur Kepala
  3. Seonbae = Senior
  4. Hubae = Junior
  5. Tae Kwon Do Junshin = Prinsip Ajaran Tae Kwon Do
  6. Muknyeom = Meditasi
  7. Kihap = Berteriak dari dalam perut
  8. Dobok = Seragam Tae Kwon Do
  9. Ti = Sabuk Latihan
  10. Wen = Kiri
  11. Oreon = Kanan
  12. Sijak = Mulai
  13. Kalryeo = Stop (Sementara)
  14. Keysok = Lanjutkan
  15. Keuman = Selesai
  16. A Nee = Tidak
  17. Yee = Ya
  18. Eolgol = Sasaran atas (Kepala)
  19. Moumtong = Sasaran tengah (Badan/Ulu Hati)
  20. Arae = Sasaran bawah (Pinggang kebawah)
  21. Kyungrye = Hormat
  22. Chariot = Mempersiapkan Diri
  23. Joon Bi = Istirahat
  24. Agam So = Istirahat dengan Tangan Dibelakang
  25. Nici = Sekian
  26. Belci Ki Manisi = Tempat Istirahat
  27. Menicip = Pengawas Taekwondo
  28. Dobeon = Dua Kali
  29. Sambeon = Tiga Kali
  30. Illjang = Satu
  31. Yeejang = Dua
  32. Samjang = Tiga
  33. Sahjang = Empat
  34. Ohjang = Lima
  35. Yukjang = Enam
  36. Chiljang = Tujuh
  37. Paljang = Delapan

Bagian-bagian tubuh

Bagian-bagian tubuh yang menjadi sasaran (Keup So)

  1. Eolgol (Bagian Atas/Kepala/Muka)
Bagian ini meliputi tulang belikat, wajah, kepala, dagu, jakun, tulang di antara mata, bagian atas dan bawah bibir.
  1. Momtong (Bagian Tengah/Badan)
Bagian ini meliputi perut, ulu hati, rusuk / tulang iga, serta dibawah tulang rusuk dimana ginjal terletak didalamnya.
  1. Are (Bagian Bawah)
Bagian ini meliputi pusar ke bawah, yaitu rongga bawah perut, selangkangan, paha bagian dalam, dan kemaluan.

Bagian-bagian tubuh yang digunakan untuk menyerang dan bertahan

  1. Kepala (Eolgol)
  2. Tangan (Son)
  3. Lengan (Pal)
  4. Siku Tangan (Pal Kup)
  5. Punggung Kaki (Bal Deng)
  6. Kaki Bagian Depan (Ap Chuk)
  7. Lutut (Mooreup)

Seogi (kuda-kuda)

Sikap kuda-kuda dibagi tiga yaitu:
  1. Neolpyo Seogi (sikap kuda-kuda terbuka)
  2. Moa Seogi (sikap kuda-kuda tertutup)
  3. Teuksu Poom Seogi (sikap kuda-kuda khusus)
  4. Ap Seogi (Sikap Kuda-Kuda Jalan)

Kuda-kuda Terbuka

  • Naranhi Seogi (Sikap Sejajar)
  • Jochoom Seogi (Sikap Duduk)
  • Ap Seogi (Sikap Jalan Pendek)
  • Ap Koobi Seogi (Sikap Jalan Panjang)
  • Dwit Koobi Seogi (Sikap Kuda-Kuda L)
  • Beom Seogi (Sikap Kuda-Kuda Harimau)

Kuda-kuda tertutup

  • Moa Seogi (Sikap Kuda-Kuda Tertutup)
  • Dwi/Ap Koa Seogi (Sikap Kuda-Kuda Kaki Menyilang)

Sikap kuda-kuda khusus

  • Kibon Junbi Seogi (Sikap Kuda-Kuda Siap)
  • Bojumeok Junbi Seogi (Sikap Kuda-Kuda Siap dengan Menutup Kepalan)

Pukulan, sabetan, tusukan, tendangan, dan tangkisan

Pukulan

  • Yeop Jireugi = Pukulan Samping
  • Chi Jireugi = Pukulan Dari Bawah Keatas
  • Dolryeo Jireugi = Pukulan Mengait
  • Pyojeok Jireugi = Pukulan dengan Sasaran
  • Momtong Jireugi = Pukulan Mengarah ke Tengah (Pukulan Mengarah ke Ulu Hati)
  • Are Jireugi = Pukulan ke Bawah
  • Oreon Jireugi= Pukulan Dengan Tangan Kanan Yang Dilakukan Sambil Menendang (Ap Chagi)
  • Eolgol Jirugi = Pukulan ke Atas (Pukulan Mengarah ke Kepala)
  • Sambion Jireugi = Pukulan Ke Bawah,Perut,Dan Kepala

Sabetan

  • Han Sonnal Mok Chigi = Sabetan dengan Pisau Tangan
  • Jebipoom Mok Chigi = Sabetan dari Luar ke Dalam dengan Tangkisan Pisau Tangan
  • Me Jumeok Naeryo Chigi = Sabetan dari Atas ke Bawah
  • Dung Jumeok Eolgul Ap Chigi = Sabetan Depan dengan Bonggol Atas Kepalan dengan Sasaran Atas
  • Palkup Dollyo Chigi = Sabetan Memutar dengan Siku Tangan
  • Palkup Pyojeok Chigi = Sabetan Siku Tangan dengan Sasaran
  • Mureup Chigi = Sabetan dengan Lutut
  • Deung Jumeok Bakkat Chigi = Sabetan dari Dalam ke Luar dengan Bonggol Atas Kepalan

Tusukan

  • Pyeonsonkeut Sewo Chireugi = Tusukan dengan Telapak Tangan Tegak
  • Pyeonsonkeut Upeo Chireugi = Tusukan dengan Telapak Tangan Mendatar
  • Kawison Keut Chireugi = Tusukan dengan 2 Jari ke Arah Mata
  • Hanson Keut Chireugi = Tusukan dengan 1 Jari ke Arah Mata

Tendangan

  • Ap Chagi = Tendangan depan menggunakan kaki depan
  • Dollyo Chagi = Tendangan Menggunakan Punggung Kaki
  • Yeop Chagi = Tendangan samping menggunakan pisau kaki
  • Dwi Chagi = Tendangan belakang
  • Twieo Ap Chagi = Tendangan depan yang dilakukan sambil melompat
  • Twieo Dwi Chagi = Tendangan belakang yang dilakukan sambil melompat
  • Twieo Yeop Chagi = Tendangan samping yang dilakukan sambil melompat
  • Dubal Dangsang Chagi = Tendangan dengan dua target sasaran
  • Goley / Narray Chagi = Tendangan ganda
  • Sip Chagi An Chagi = Tendangan yang dilakukan sambil melompat dan tangkisan aremaki
  • Penriyti Chagi = Tendangan keliling.
  • Dwi Huryeo Chagi = Tendangan berputar melalui belakang.
  • Deol Chagi = Tendangan mencangkul ke arah kepala menggunakan tumit
  • Aidan Dollyo Chagi =Tendangan Menggunakan Kaki Depan Ke Arah Perut

Tangkisan

  • Are Maki = Tangkisan ke arah bawah untuk menangkis tendangan
  • Eolgol Makki = Tangkisan ke arah kepala
  • Momtong Bakat Makki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian dalam lengan bawah.
  • Momtong An Makki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian luar lengan bawah.
  • An Makki = Tangkisan dari arah luar.
  • Bina Makko An Makki = Tangkisan yang dimulai dari lengan bawah dan saat masuk ke dalam harus melalui lengan atas
  • An Palmok Momtong Bakkat Makki = Tangkisan ke arah lengan bawah
  • Momtong An Makki = Tangkisan ke tengah dari luar ke dalam
  • Momtong Bakkat Makki = Tangkisan ke tengah dari dalam ke luar
  • Sonnal Momtong Makki = Tangkisan ke tengah dengan pisau tangan
  • Batang Son Momtong An Makki = Tangkisan ke tengah dari luar dengan bantalan telapak tangan
  • Kawi Makki = Tangkisan menggunting
  • Sonnal Bitureo Makki = Tangkisan melintir dengan satu pisau tangan
  • Hecho Makki = Tangkisan ganda ke luar
  • Eotgoreo Arae Makki = Tangkisan silang ke arah bawah
  • Wesanteul Makki = Tangkisan ganda memotong arah bawah dan ke luar

Lihat pula

Referensi

Bacaan lanjutan

Pranala luar


Lu Bu

Lü Bu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lyu Bu (Hanzi: 呂布; baca: Luî Pù) (153 – 198), nama lengkap Lü Fengxian, lahir di Wuyuan (sekarang Mongolia Dalam) adalah Panglima jenderal terkenal dari penghujung zaman Dinasti Han dan Tiga Negara. Lyu Bu dengan ciri khas memakai penutup kepala dengan ekor, ia memiliki kuda bernama Terwelu Merah (赤兔马; Chìtù mǎ) yang dikenal karena daya tahannya dalam pertempuran. Kuda ini berasal dari Fergana dan menurut legenda dapat berlari sejauh 1000 li (500 km) dalam satu hari.
Sebagai pribadi yang penuh ambisi sangat lihai bertarung, Lü Bu pertama kali mengabdi kepada Ding Yuan, kemudian berkomplot bersama He Jin untuk membunuh para menteri istana sepeninggal Kaisar Lingdi dan diangkat menjadi letnan jenderal. Lu Bu merupakan seseorang yang penuh dengan sifat ambisi menghalalkan segala cara, tidak ragu membunuh kedua ayah angkatnya yaitu Ding Yuan dan Dong Zhuo.
Pernah berduel dengan Zhang Fei, Guan Yu dan Liu Bei dalam ekspedisi mennghancurkan Dong Zhu pasukan aliansi 18 lord yang dipimpin Liu Bei. Dikerebuti tiga bersaudara Sang Jendral pun kabur dengan dendam membara.
Lü Bu kemudian termakan hasutan Dong Zhuo untuk membunuh Ding Yuan. Setelah Dong Zhuo mengangkat diri sebagai perdana menteri, ia kemudian menjadikan Lyu Bu sebagai anak angkatnya dan panglima perang kekaisaran. Karena sifat Dong Zhuo yang tidak sabar dan bertemperamen kasar, Lyu Bu akhirnya membunuh Dong Zhuo setelah dihasut oleh salah satu menteri istana, Wang Yun. Setelah kematian Dong Zhuo, Lü Bu lalu diangkat sebagai Panglima besar kekaisaran. Di dalam catatan sejarah, Lyu Bu diceritakan menjalin hubungan dengan Diao Chan yang sebelumnya direstui perjodohannya oleh Wang Yun sebagai bapak angkatnya, tetapi itu sebagai siasat agar dapat menjatuhkan Dong Zhuo. Diao Chan anak angkat dari menteri Wang Yun tidak dapat menolak setelah ia di tempatkan di istana selaku dayang-dayang Dong Zhuo. Maka perselisihan Sang Jendral terjadi dengan terbunuhnya Dong Zhuo. Di dalam Kisah Tiga Negara, karakter Diao Chan adalah penyelamat dari masalah kekuasaan Dong Zhuo.
Setelah kematian Dong Zhuo, bawahannya, Jendral ke 2 Li Jue dan Jendral ke 3 Guo Si tidak terima dan memimpin pasukan mereka menyerang dan mengusir Lü Bu dari ibukota Chang An. Lü Bu kemudian melarikan diri dalam pengasingan, mencari perlindungan kepada Yuan Shao, tetapi Yuan Shu kakak sepupu Yuan Shao, Zhang Miao dan Liu Bei dari sisa pasukan aliansi melawan Dong Zhuo menolak ia bergabung.
Ia akhirnya menyusun kekuatan sebagai Ruler di Xiapi, Li Su sebagai penasehat yang cakap untuk merekrut prajurit, yang mengarahkan untuk menyerang xiao, terlibatlah pertempuran dengan Liu Bei di xiao dan menang, terpukulnya Liu Bei yang masih beraliansi dengan Cao Cao dan Yuan Shu sangat merisaukan Guan Yu adik angkat Liu Bei. Tahun 198, aliansi Cao Cao, Liu Bei dan Yuan Shu menyerang Xiapi dan memukul mundur pasukan Lü Bu terus menerus serta akhirnya mengepung pasukan Lyu Bu selama 3 bulan. Lü Bu dengan moral pasukan yang rendah diperparah dengan pengkhianatan bawahannya, Hou Cheng, Song Xian dan Wei Xu kalah, akhirnya Lyu Bu tertangkap oleh Cao Cao dan memohon kepadanya agar menjadi bawahanya. Namun Liu Bei mengingatkan Cao Cao bahwa Lyu Bu tidak dapat dipercaya dan membiarkannya hidup sangat berbahaya. Lyu Bu kemudian digantung sampai mati oleh Xu Huang. Hukuman ini dilakukan untuk membuat malu Lyu Bu, karena biasanya hukuman gantung pada Zaman tiga negara diperuntukkan pada perempuan, sedangkan laki-laki dihukum mati dengan cara dipenggal. Bawahan Lyu Bu, Gao Shun dengan sukarela menyerahkan kepalanya untuk dipenggal sedangkan bawahan lain Zhang Liao memutuskan untuk mengabdi pada Cao Cao. Dalam novel Kisah Tiga Negara, Kuda Terwelu merah/Red Hare sendiri setelah beberapa waktu dihadiahkan kepada Guan Yu.

3 Kingdoms

Ikuti Wikipedia bahasa Indonesia di F icon.svg Facebook, Twitter bird logo 2012.svg Twitter dan Instagram logo.png Instagram
[tutup]

Kisah Tiga Negara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kata pembukaan novel Kisah Tiga Negara; Seluruh kekuatan di dunia, bersatu untuk bercerai dan bercerai untuk bersatu kembali
Kisah Tiga Negara (Hanzi: 三國演義, hanyu pinyin: sānguó yǎnyì, Bahasa Inggris: Romance of the Three Kingdoms) adalah sebuah roman berlatar-belakang sejarah dari zaman Dinasti Han dan Tiga Negara. Di kalangan Tionghoa di Indonesia, kisah ini dikenal dengan nama Samkok yang merupakan dialek Hokkian dari sanguo atau tiga negara.
Sering orang salah kaprah akan perbedaan Kisah Tiga Negara atau Kisah Tiga Kerajaan mengingat terjemahan bahasa Inggris dari roman ini adalah Romance of the Three Kingdoms, namun pada sebenarnya, yang tepat adalah Kisah Tiga Negara mengingat pada klimaks roman ini, ketiga pemimpin yang bertikai; Cao Cao (negeri Wei), Liu Bei (negeri Shu) dan Sun Quan (negeri Wu) masing-masing telah memaklumatkan diri sebagai kaisar dan mengklaim legitimasi sebagai kekaisaran yang mewarisi Dinasti Han yang telah runtuh.
Roman ini ditulis oleh Luo Guanzhong (羅貫中), seorang sastrawan dinasti Ming yang mengambil referensi dari literatur sejarah resmi mengenai Zaman Tiga Negara di Tiongkok dimulai dari penghujung Dinasti Han, pecahnya Tiongkok ke dalam tiga negara dan kemudian dipersatukan kembali di bawah Dinasti Jin. Selain dari sejarah resmi, Luo juga mengambil referensi dari cerita rakyat turun temurun yang dituturkan secara lisan di masyarakat pada masa hidupnya.
Kisah Tiga Negara adalah salah satu karya sastra klasik yang paling populer di dalam sejarah Tiongkok. Luo menuliskan roman ini dalam 120 bab yang mempunyai alur cerita bersambung dengan referensi Catatan Sejarah Tiga Negara oleh Chen Shou dan sedikit imajinasinya sendiri. Ada sekitar lebih 400 tokoh sejarah yang diceritakan di dalam Kisah Tiga Negara yang dilukiskan dengan karakter berbeda. Cao Cao, Liu Bei dan Sun Quan sama sebagai karakter pemimpin namun berbeda dalam sifat dan pemikiran. Demikian pula penasehat Zhuge Liang, Xun You, Guo Jia dan Zhou Yu masing-masing berbeda pandangan dan wataknya. Setiap karakter mempunyai watak dan sifatnya sendiri yang berbeda satu sama lain. Penggambaran perbedaan watak karakter ini menjadikan roman ini diakui sebagai salah satu wakil dari puncak perkembangan sastra Tiongkok dalam sejarah. Kisah Tiga Negara ditulis dalam bahasa klasik (文言文).

Tokoh-tokoh utama berdasarkan negara

Penghujung Dinasti Han

  • Dong Zhuo, perdana menteri tiran, kemudian dibunuh oleh Lu Bu
  • Yuan Shao, bangsawan dari utara, kemudian dikalahkan Cao Cao
  • Liu Biao, bangsawan dari Jingzhou, musuh bebuyutan keluarga Sun
  • Gongsun Zan, jenderal Han di perbatasan timur laut, kemudian dikalahkan Yuan Shao
  • Lu Bu, jenderal bengis penuh sifat khianat, membunuh 2 ayah angkatnya, akhirnya dihukum mati oleh Cao Cao setelah diingatkan oleh Liu Bei tentang sifat pengkhianatnya yang tidak bisa dipercaya
  • Ma Teng, penguasa Liangzhou, terbunuh karena dijebak oleh Cao Cao
  • Kaisar Xiandi, kaisar terakhir Dinasti Han, menjadi kaisar pada masa anak-anak, menggantikan Kaisar Shao
  • Diaochan, disuruh Wang Yun untuk membuat hubungan Dong Zhuo dan Lu Bu retak
  • Hua Tuo, Seorang tabib terkenal, Ia meyembuhkan luka Guan Yu Ketika Guan Yu teluka, dibunuh oleh Cao Cao karena Huo Tuo mau membelah otaknya untuk menyembuhkan penyakit sakit kepala Cao Cao

Cao Wei

  • Cao Cao, Panglima perang, mempersatukan utara Tiongkok
  • Cao Pi , anak Cao Cao, kaisar pertama Wei
  • Sima Yi, penasehat militer, kakek Sima Yan kaisar pertama Jin
  • Guo Jia, penasehat militer, mati muda karena sakit
  • Xun Yu, penasehat militer, handal dalam masalah pemerintahan
  • Xiahou Dun, jenderal perang, kehilangan satu matanya karena dipanah
  • Xiahou Yuan,jenderal perang, dikenal karena kemampuan memanahnya
  • Zhang Liao, jenderal perang, mantan bawahan Lu Bu
  • Zhang He, jenderal perang, mantan bawahan Yuan Xhao
  • Dian Wei, pengawal pribadi Cao Cao, tewas demi melindungi kaburnya Cao Cao
  • Pang De, jenderal perang, mantan bawahan Ma Teng
  • Cao Ren, jenderal perang, sepupu Cao Cao
  • Cao Yi, cucu perempuan Cao Cao, anak dari Cao Pi, pemimpin terakhir dari keturunan/marga Cao

Dong Wu

  • Sun Jian, panglima perang, penguasa Changsha, dikenal dengan sebutan "Macan dari Jiang Dong"
  • Sun Ce, anak sulung Sun Jian, peletak dasar negara Wu, suami Da Qiao
  • Sun Quan, adik Sun Ce, kaisar pertama negara Wu
  • Sun Shan Xiang, adik Sun Ce, menjalin hubungan cinta dengan Liu Bei
  • Lu Meng, penasehat militer, kemudian dibunuh oleh arwah Guan Yu
  • Zhou Yu, penasehat militer, suami Xiao Qiao, mati muda karena sakit
  • Zhuge Jin, penasehat militer, kakak Zhuge Liang
  • Lu Xun, jenderal perang, memenangi pertempuran Xiaoting/Yiling
  • Huang Gai, jenderal perang, pura-pura membelot ke Wei saat pertempuran tebing merah
  • Gan Ning, jenderal perang, mantan bajak laut yang membunuh Ling Cao
  • Taishi Ci, jenderal perang, pernah memerangi Sun Ce
  • Da Qiao dan Xiao Qiao, istri Sun Ce dan Zhou Yu
  • Ling Tong, anak Ling Cao, menaruh dendam pada Gan Ning, tetapi akhirnya mereka berdua bersatu berperang mendampingi Sun Quan
  • Ling Cao, jenderal perang,ayah dari Ling Tong,dan dibunuh oleh Gan Ning sebelum Gan Ning bergabung dengan Sun Quan

Shu Han

  • Liu Bei, bangsawan masih keturunan trah Han, ingin meneruskan Dinasti Han
  • Zhuge Liang, penasehat militer jenius, dijuluki 'Naga Tidur'
  • Pang Tong, Páng Tǒng (龐統) (178-213M), adalah penasehat Liu Bei pada zaman Dinasti Han. Nama Taoisnya adalah Phoenix Muda (鳯雛; Fèngchú). Novel epik sejarah Kisah Tiga Negara menggambarkan Pang Tong sebagai seorang ahli strategi militer jenius, dan menempatkannya di tingkat yang setara dengan ahli strategi Zhuge Liang. Kepada Liu Bei, Sima Hui menjuluki Pang Tong dan Zhuge Liang sebagai:
“ Naga Tidur dan Phoenix Muda: bersama salah satu dari mereka, engkau bisa menyelesaikan apa pun di bawah langit.
  • Jiang Wei, jenderal perang, membelot dari Wei, konon mewarisi sebagian dari keahlian Zhuge Liang.
  • Guan Yu, dikenal juga sebagai Guan Gong, adik angkat Liu Bei, mampu membuat Cao Cao nyaris memindahkan ibukota dari Xu Chang (versi novel), salah satu dari Jenderal 5 Harimau
  • Zhang Fei, adik angkat Liu Bei, seorang pemabuk berat, salah satu dari Jenderal 5 Harimau
  • Zhao Yun, jenderal perang, pernah mengabdi pada Gongsun Zan,menyelamatkan Liu Chan di Chang Ban yang menjadi kaisar terakhir negeri Shu, salah satu dari Jenderal 5 Harimau yang hidup paling lama
  • Huang Zhong, jenderal perang, dikenal karena kemampuan memanahnya, salah satu dari Jenderal 5 Harimau
  • Ma Chao, jenderal perang, anak Ma Teng, salah satu dari Jenderal 5 Harimau
  • Wei Yan, jenderal perang, berkhianat di Wu Zhang
  • Xing Cai, anak dari Zhang Fei, istri dari Liu Chan
  • Liu Chan, anak dari Liu Bei , ia menjadi kaisar kedua di Shu ketika Liu Bei meninggal
  • Guan Xing, anak dari Guan Yu, mati muda karena sakit
  • Zhang Bao, anak dari Zhang Fei, mati di perang Wu Zhang
  • Guan Ping, anak tertua Guan Yu, ia wafat bersama Guan Yu
  • Ma Dai, Jenderal perang Zhuge Liang, keponakan dari Ma Teng dan sepupu Ma Chao
  • Mi Fang, Jenderal perang Guan Yu, Ia disuruh menjaga Nanjun ketika Guan Yu ke Fan Cheng, kemudian ia dibunuh oleh Liu Bei
  • Fushi Ren, jenderal perang Guan Yu, Ia diperintahkan menjaga Gong'an Ketika Guan Yu ke Fan Cheng, kemudian ia dibunuh oleh Liu Bei
  • Yue Ying, istri dari Zhuge Liang, pernikahan ini diinginkan oleh ayahnya
  • Meng Huo, bekas Raja Man, pernah memberontak/menyerang Shu Selatan, sebelum ditaklukkan habis-habisan oleh Zhuge Liang

Alur cerita novel

Cerita di mulai pada tahun-tahun terakhir kekuasaan Dinasti Han di China, ketika kasim-kasim istana banyak memperdaya kaisar dan memecat periwra-perwira yang melawan mereka. Akibat perbuatan itu, korupsi yang mengakibatkan kemerosotan besar di seluruh sektor merajalela. Pada masa kekuasaan Kaisar Ling, muncul Pemberontakan Sorban Kuning yang dipimpin oleh Zhang Jiao. Di bab awal ini, banyak tokoh-tokoh penting diperkenalkan, termasuk di antaranya Liu Bei, Guan Yu, Zhang Fei, Cao Cao, dan Sun Jian.
Pemberontakan itu akhirnya bisa dihancurkan oleh tentara kekaisaran di bawah komando He Jin, mertua kaisar Ling. Namun, takut akan kemungkinan semakin membesarnya kekuatan He Jin, kasim-kasim istana yang korup menjebaknya datang sendirian ke istana, lalu membunuhnya. Pengawal-pengawal yang menunggu di luar istana, dipimpin oleh Yuan Shao, merespon pembunuhan ini dengan masuk ke dalam dan membunuh semua yang ada di sana. Dalam situasi mencekam dan penuh kepanikan, Kaisar Shao dan Pangeran Chenliu - Liu Xian, yang kemudian menjadi Kaisar terakhir Dinasti Han menghilang dari istana.

Antara sastra fiksi dan fakta sejarah

Kisah Tiga Negara ditulis dengan apik oleh Luo Guanzhong dengan komposisi sekitar 70% berdasarkan fakta sejarah dan sisanya murni fiksi karangan ia sendiri. Roman ini juga membawakan penggalan kisah yang sangat menarik yang sebenarnya diambil dari kejadian nyata pada zaman-zaman lain yang tidak ada kaitannya dengan peristiwa pada masa Tiga Negara.
Di antara beberapa plot peristiwa yang tidak sesuai dengan sejarah resmi adalah:
  • Sumpah setia di taman persik: Di dalam sejarah resmi, tidak ada sumpah setia seperti di novel.
  • Senjata: Pedang Bulan Sabit, Tombak Ular sebenarnya adalah senjata yang baru ada pada masa Dinasti Song.
  • Zhang Fei menghukum pejabat..: Sebenarnya dilakukan oleh Liu Bei